Lewati ke konten utama

Arrow Function (ES6)

Sejak tahun 2015 (ES6), JavaScript memperkenalkan cara baru menulis fungsi yang lebih singkat menggunakan tanda panah =>. Ini sangat populer di framework modern seperti React.

Perbandingan Sintaks

Cara Lama (Function Declaration)

function hitungLuas(p, l) {
return p * l;
}

Cara Baru (Arrow Function)

Kita menyimpan fungsi ke dalam variabel const.

const hitungLuas = (p, l) => {
return p * l;
};

Fitur Spesial: Implicit Return

Jika isi fungsi hanya satu baris, kita bisa menghapus kurung kurawal {} dan kata kunci return. Kodenya jadi super bersih!

// Versi super singkat
const hitungLuas = (p, l) => p * l;

console.log(hitungLuas(5, 10)); // 50

Studi Kasus: React Component

Nanti saat belajar React, Anda akan sering melihat kode seperti ini:

// Ini adalah komponen React (Fungsi juga!)
const Tombol = () => {
return <button>Klik Saya</button>;
};
Kapan pakai Arrow Function?

Gunakan Arrow Function untuk hampir semua situasi modern, terutama saat membuat callback atau coding di React. Gunakan function biasa hanya jika Anda butuh fitur spesifik seperti this context (yang jarang dipakai pemula).